Selamat pagi.
Hari ini dibuka dengan kekacauan, bukan kekacauan yang terlihat, tapi perang batin, rencana dan perasaan
Suka kesal sendiri dengan emosi sesaat yang timbul akibat rasa ingin tahu yang berlebihan, namun setelahnya harus menerima perubahan sikap.
Mungkin tahapnya akan selalu seperti ini:
Rasa sebenarnya --> Emosi Sesaat --> Rasa sebenarnya
Pada saat tahap peralihan emosi sesaat ke rasa sebenarnya, disitulah perubahan sikap terjadi. Dan ketika sudah pada tahap rasa sebenarnya kembali, sikap sudah berubah total dan mungkin sudah tidak bisa berubah lagi. Ini satu kesalahan bodoh yang selalu saya alami. Minta maaf pun dirasa tak cukup untuk memperbaiki dan menjelaskan kalau itu hanya emosi sesaat yang nantinya akan kembali lagi ke rasa semula.
Mungkin dia sekarang sudah menganggap saya berubah lagi. Tetapi tahapan diatas mungkin sudah cukup menjelaskan apa yang saya alami. Entah apa yang akan terjadi nanti, sebaiknya saya terima konsekuensinya. Mungkin saya akan kembali menyendiri dan melihatnya tersenyum dengan kenangan-kenangan manis bersama kenangan abadi yang tak mungkin dilupakannya. Dan akhirnya, perasaan saya selalu terpendam dan tak mungkin diungkapkan kepadanya.
Untuk saya: terimalah kenyataan bahwa kenangan manis yang dia miliki tidak akan hilang begitu saja walaupun sekeras apapun saya mencoba berada dekat disampingnya. Dan mungkin, dia masih mencintainya.
Untuk dia: semoga apa yang kau rasakan adalah benar yang kau rasakan. Mungkin saya adalah kerikil kecil yang menghalangi jalanmu, namun akan menjadi pengingat kondisi jalan yang kau lalui. Dan, saya tidak ingin menjadi sebuah lubang dihadapanmu.
Maaf sudah membuatmu berubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar