Tidak hanya saya yang merasakan cara mengajarkan tidak enak, ternyata teman2 sekelas saya pun merasakannya. Bahkan junior saya yang berbeda jurusan tetapi diajar dia pun berpendapat sama seperti saya. Dan saya semakin yakin bahwa memang cara mengajar dia tidak enak.
Saya termasuk orang yang menyesuaikan belajarnya dengan enak atau tidak cara mengajar dosen tersebut. Beliau enak mengajarnya, saya semangat belajar, tapi jika sebaliknya saya juga menjadi kurang semangat belajarnya. Apalagi dengan suara kecil dan tubuh kecil dosen itu membuat saya semakin malas saja belajar.
Tak tahu ingin berkata apa, membayangkannya saja rasanya seperti rasa muak yang tak tertahankan.
Saya pun bertanya pada diri saya,
Nilai jelek sebab siapa? Dosen yang cara mengajarnya tidak disukai mahasiswa atau mahasiswa yang malas karena diajari dosen yang tidak enak cara mengajarnya?
Sedih rasanya jika melihat nilai itu dan langsung membayangkan ayah saya.
Sudah terlalu banyak saya meminta kepadanya, tetapi saya seperti mensia-siakannya.
Ayah saya sangat berharap kepada saya, tetapi saya hanya mendapat nilai yang sama sekali tidak memuaskan.
Selalu ingat kata ibu saya " Kamu itu apa-apa disanggupin sama papah, karena kamu anak pertama"
Dan saya mulai merasa bersalah juga terhadap ibu saya.
Saya selalu berdoa " Ya Allah, jadikan aku titipanmu yang berharga dan berguna bagi Ayah dan Ibu saya, Amin"
Tapi saya tak tahu, sekarang harus Bertanya Kepada Siapa Dan Berkata Apa?
emng dit, tergantung pengajar..
BalasHapustapi, klo temen lo ad yg bsa dpt bagus kenapa lo ga,,,hho
smangat dit..