Kalo entri ini aku hanya ingin mengutarakan pandangan ku aja tentang Berita Di Negara Ini tanpa bermaksud untuk menyindir atau bahkan menghina. Kalau ada yang tak berkenan dihati mohon di maklumi. Enjoy.
Okeh,mulai dari mana ya? Hmm. Mulai dari berita yang lagi hot-hotnya aja ah. Tentang video sesuatu.
Aku tau berita tentang video itu juga dari social networking. Banyak yang ngebahas salah satu anak band yang udah terkenal di Indonesia ini. Karena aku juga mengagumi karya-karyanya ya aku jadi penasaran, benar atau engga itu dia. Finally, ya aku buka situs yang memuat video-video. Dari situ aku coba buat keyword nya sendiri, coba-coba aja kali aja ketemu. Dan ternyata benar ada. Terus aku liat untung buffering nya cepet karena tengah malem sih bukanya(hehehe). Nah pas aku liat itu mirip banget sama mereka. Ya aku sih bukannya melihat dari sisi hukum atau bahkan sisi pornografinya sehingga membuat terangsang. Yang aku pikirin cuma: Kok bisa dia kaya gitu, ya ampun.
Trus aku liat emang mirip banget,cuma yang aku heran si pemeran cewenya punya tato. Emang yang 'si asli' nya punya tato ya? Tapi ya itu bener apa ga punya tato ya who knows lah.
Setelah aku liat video itu sampe abis aku balik lagi ke situs jejaring sosial yang menjadi langganan aku. Ternyata ga sampai disitu user2 membahas video itu. Mereke menyebutkan video itu ada dua part, dan ada lagi dengan orang lain yang berbeda. Itu sempat membuat aku penasaran. Lalu aku balik lagi ke situs video itu. Lalu ternyata bener, video itu dibagi 2 part. Nah aku liat lagi, cuma durasi yang kedua ini agak singkat waktunya. Selesai nonton bagian kedua itu, entah kenapa ga terbesit sedikit pun buat mengunduh nya. Dalam pikirku hanya: Aku hanya ingin tahu, tak perlu disimpan.
Esokannya aku kuliah. Ternyata teman-temanku banyak yang membahas. Untungnya aku sudah menonton jadi untuk masuk ke dalam pembicaraan itu mudah. Aku hanya tertawa saja mendengarkan pembicaraan mereka. Karena aku hanya sekedar menontonnya saja.
Tak hanya pagi hari. Sampai malamnya aku ke kampus ternyata masih ada yang membahas video itu. Aku membahas juga hanya bilang: iya mirip banget ya, tapi kan belum tentu itu mereka.
Ternyata berita video itu sudah menyebar luas, terbukti dengan adanya artikel di salah satu situs berita yang sering kubuka. Aku membaca semua artikel tentang video itu. Banyak para pakar yang membicarakannya. Banyak para pengacara yang membuka suaranya. Banyak para artis yang membincangkan. Dan berita ini menghebohkan se Indonesia Raya bahkan sampai antero dunia. Untuk tingkatan dunia nama belakang band dari si orang ini. Kasihan saya melihat dan mendengarnya. Dulu nama ini paling booming di Indonesia dengan karyanya, tetapi sekarang tidak dengan karyanya.
Aku lihat berita di televisi, video ini sudah menyebar ke pelosok2 daerah yang bahkan di perjual belikan. Ada yang di jadikan bentuk DVD ada juga yang hanya dengan media "gigi biru" dengan harga yang mahal. Entah mungkin manusia memiliki rasa penasaran, mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk melihat video itu. Apalagi yang rada nyeleneh yang bikin penasaran itu.
Berita ini terus berlarut tanpa ada kepastian benar atau tidak mereka pelakunya. Sehingga lembaga penegak hukum pun turun tangan menghadapi persoalan ini karena membuat resah masyarakat. Mereka menyelidiki kasus ini dengan bantuan para pakar yang terkait dengan permasalahan ini.
Entah kenapa dalam melihat berita ini saya kurang suka dengan seseorang yang kesannya sangat memojokkan pemeran video itu dan ingin dia dihukum seberat2nya dan secepatnya. Saya sebut saja orang ini SP. Karena di tengah2 semua pernyataan dia tentang kasusu ini menyebutkan di suruh sumpah pocong. Si SP ini selalu memberikan pendapatnya tentang kasus ini. Menjerat dengan pasal ini lah itu lah. Dan akhirnya di bilang : kalau berani pakai sumpah pocong aja.
Nah pernyataan dia sendiri yang bikin dia malu didepan semua rekan seprofesinya. Ada yang berpendapat penyataan dia bikin malu profesinya, karena ini kan negara hukum, mana ada di kamus profesinya sumpah pocong. Saya cukup dibuat tertawa oleh pendapat ini. Benar juga yang dikatakannya, masa pake sumpah pocong sih.
Okeh,mulai dari mana ya? Hmm. Mulai dari berita yang lagi hot-hotnya aja ah. Tentang video sesuatu.
Aku tau berita tentang video itu juga dari social networking. Banyak yang ngebahas salah satu anak band yang udah terkenal di Indonesia ini. Karena aku juga mengagumi karya-karyanya ya aku jadi penasaran, benar atau engga itu dia. Finally, ya aku buka situs yang memuat video-video. Dari situ aku coba buat keyword nya sendiri, coba-coba aja kali aja ketemu. Dan ternyata benar ada. Terus aku liat untung buffering nya cepet karena tengah malem sih bukanya(hehehe). Nah pas aku liat itu mirip banget sama mereka. Ya aku sih bukannya melihat dari sisi hukum atau bahkan sisi pornografinya sehingga membuat terangsang. Yang aku pikirin cuma: Kok bisa dia kaya gitu, ya ampun.
Trus aku liat emang mirip banget,cuma yang aku heran si pemeran cewenya punya tato. Emang yang 'si asli' nya punya tato ya? Tapi ya itu bener apa ga punya tato ya who knows lah.
Setelah aku liat video itu sampe abis aku balik lagi ke situs jejaring sosial yang menjadi langganan aku. Ternyata ga sampai disitu user2 membahas video itu. Mereke menyebutkan video itu ada dua part, dan ada lagi dengan orang lain yang berbeda. Itu sempat membuat aku penasaran. Lalu aku balik lagi ke situs video itu. Lalu ternyata bener, video itu dibagi 2 part. Nah aku liat lagi, cuma durasi yang kedua ini agak singkat waktunya. Selesai nonton bagian kedua itu, entah kenapa ga terbesit sedikit pun buat mengunduh nya. Dalam pikirku hanya: Aku hanya ingin tahu, tak perlu disimpan.
Esokannya aku kuliah. Ternyata teman-temanku banyak yang membahas. Untungnya aku sudah menonton jadi untuk masuk ke dalam pembicaraan itu mudah. Aku hanya tertawa saja mendengarkan pembicaraan mereka. Karena aku hanya sekedar menontonnya saja.
Tak hanya pagi hari. Sampai malamnya aku ke kampus ternyata masih ada yang membahas video itu. Aku membahas juga hanya bilang: iya mirip banget ya, tapi kan belum tentu itu mereka.
Ternyata berita video itu sudah menyebar luas, terbukti dengan adanya artikel di salah satu situs berita yang sering kubuka. Aku membaca semua artikel tentang video itu. Banyak para pakar yang membicarakannya. Banyak para pengacara yang membuka suaranya. Banyak para artis yang membincangkan. Dan berita ini menghebohkan se Indonesia Raya bahkan sampai antero dunia. Untuk tingkatan dunia nama belakang band dari si orang ini. Kasihan saya melihat dan mendengarnya. Dulu nama ini paling booming di Indonesia dengan karyanya, tetapi sekarang tidak dengan karyanya.
Aku lihat berita di televisi, video ini sudah menyebar ke pelosok2 daerah yang bahkan di perjual belikan. Ada yang di jadikan bentuk DVD ada juga yang hanya dengan media "gigi biru" dengan harga yang mahal. Entah mungkin manusia memiliki rasa penasaran, mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk melihat video itu. Apalagi yang rada nyeleneh yang bikin penasaran itu.
Berita ini terus berlarut tanpa ada kepastian benar atau tidak mereka pelakunya. Sehingga lembaga penegak hukum pun turun tangan menghadapi persoalan ini karena membuat resah masyarakat. Mereka menyelidiki kasus ini dengan bantuan para pakar yang terkait dengan permasalahan ini.
Entah kenapa dalam melihat berita ini saya kurang suka dengan seseorang yang kesannya sangat memojokkan pemeran video itu dan ingin dia dihukum seberat2nya dan secepatnya. Saya sebut saja orang ini SP. Karena di tengah2 semua pernyataan dia tentang kasusu ini menyebutkan di suruh sumpah pocong. Si SP ini selalu memberikan pendapatnya tentang kasus ini. Menjerat dengan pasal ini lah itu lah. Dan akhirnya di bilang : kalau berani pakai sumpah pocong aja.
Nah pernyataan dia sendiri yang bikin dia malu didepan semua rekan seprofesinya. Ada yang berpendapat penyataan dia bikin malu profesinya, karena ini kan negara hukum, mana ada di kamus profesinya sumpah pocong. Saya cukup dibuat tertawa oleh pendapat ini. Benar juga yang dikatakannya, masa pake sumpah pocong sih.
Nah lembaga hukum negara kita ini 'menggaet' seorang pakar telematika yang menjadi 'gacoan' dalam menangani masalah foto dan video. Sebut saja MR. Nah si MR ini tugasnya untuk melihat asli atau tidak video ini dan pelaku tersebut benar mereka atau tidak. Dengan kemampuannya dia menganalisis videonya dengan teknologi yang dia punya.
Akhirnya si anak band dan pasangannya di minta datang ke kantor untuk diperiksa sebagai saksi. Mereka sekian kali datang ke kantor ini dengan ditunggu2 oleh pekerja media.
Dan pada saat ingin masuk ke dalam mobil terjadilah insiden yaitu : lensa kamera salah satu pekerja media 'dicomot' oleh si anak band ini. Masalah baru muncul, si pekerja media ini melaporkan apa yang dialaminya. Si anak band terkena batu sandungan lagi. Kemudian saya baca di situs berita lagi kalau ternyata tindakan si pekerja media itu disayangkan sekali oleh dewan pers. Harusnya dia melapor dulu ke dewan pers baru melapor kepolisi. Dan lagi-lagi saya cukup dibuat tersenyum oleh pendapat ini.
Nah, masalah dengan pekerja media ini selesai. Eh tapi kenapa di sela2 berita video ini kenapa muncul lagi ya berita si 'bank nakal' ini. Bukannya udah selesai ya? Masih mengangkat masalah yang lama pula.
Ah ga mikirin berita 'bank nakal' ini ah, itu urusan petinggi2 negara kita yang sedang 'bermain'.
Balik lagi ke berita video.
Kasus hampir selesai, eh ada masalah baru lagi. Si MR dan mirip pemeran video itu berseteru. Katanya sih masalah fitnah atau menuduh atau apalah. Padahal kan masalahnya udah hampir selesai nih, tapi kenapa ada baru lagi sih? Ga lama masalah ini selesai, entah bagaimana penyelesaiannya.
Dan akhirnya si anak band ini ditetapkan menjadi tersangka. Dia di tahan entah berapa tahun masa tahanannya. Kasihan sih menurut saya. Tapi ya bersikap netral aja. Orang yang salah kan pantas mendapat hukuman. Dan tampaknya berita tentang video ini selesai. Udah deh cepet kan beritanya.
Kesimpulannya sih kaya gini kira-kira:
1) beritanya di blow up gila-gilaan terus udah selesai, ya udah.
2) kenapa berita yang lama muncul lagi, kenapa ga diselesain sekalian dulu.
3) namanya orang salah ya harus dihukum, pelaku penyebaran aib kan juga harus dihukum kan?
4) orangnya boleh di hukum, tapi karya tetap harus dihargai.
(ini point terakhir yang sangat penting)
5) KORUPTOR HARUS LEBIH CEPAT DIBASMI DIBANDING PELAKU DAN PENYEBAR VIDEO PORNO.
Akhirnya si anak band dan pasangannya di minta datang ke kantor untuk diperiksa sebagai saksi. Mereka sekian kali datang ke kantor ini dengan ditunggu2 oleh pekerja media.
Dan pada saat ingin masuk ke dalam mobil terjadilah insiden yaitu : lensa kamera salah satu pekerja media 'dicomot' oleh si anak band ini. Masalah baru muncul, si pekerja media ini melaporkan apa yang dialaminya. Si anak band terkena batu sandungan lagi. Kemudian saya baca di situs berita lagi kalau ternyata tindakan si pekerja media itu disayangkan sekali oleh dewan pers. Harusnya dia melapor dulu ke dewan pers baru melapor kepolisi. Dan lagi-lagi saya cukup dibuat tersenyum oleh pendapat ini.
Nah, masalah dengan pekerja media ini selesai. Eh tapi kenapa di sela2 berita video ini kenapa muncul lagi ya berita si 'bank nakal' ini. Bukannya udah selesai ya? Masih mengangkat masalah yang lama pula.
Ah ga mikirin berita 'bank nakal' ini ah, itu urusan petinggi2 negara kita yang sedang 'bermain'.
Balik lagi ke berita video.
Kasus hampir selesai, eh ada masalah baru lagi. Si MR dan mirip pemeran video itu berseteru. Katanya sih masalah fitnah atau menuduh atau apalah. Padahal kan masalahnya udah hampir selesai nih, tapi kenapa ada baru lagi sih? Ga lama masalah ini selesai, entah bagaimana penyelesaiannya.
Dan akhirnya si anak band ini ditetapkan menjadi tersangka. Dia di tahan entah berapa tahun masa tahanannya. Kasihan sih menurut saya. Tapi ya bersikap netral aja. Orang yang salah kan pantas mendapat hukuman. Dan tampaknya berita tentang video ini selesai. Udah deh cepet kan beritanya.
Kesimpulannya sih kaya gini kira-kira:
1) beritanya di blow up gila-gilaan terus udah selesai, ya udah.
2) kenapa berita yang lama muncul lagi, kenapa ga diselesain sekalian dulu.
3) namanya orang salah ya harus dihukum, pelaku penyebaran aib kan juga harus dihukum kan?
4) orangnya boleh di hukum, tapi karya tetap harus dihargai.
(ini point terakhir yang sangat penting)
5) KORUPTOR HARUS LEBIH CEPAT DIBASMI DIBANDING PELAKU DAN PENYEBAR VIDEO PORNO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar