Minggu, 17 Februari 2013

Tergantung Melihat

Jaman dulu gue kuliah (haseik, gaya banget), di kampus gue ada satu dosen cewe yang kata temen-temen gue doi itu ngeselin banget, kurang baik sama mahasiswanya dan sebagainya yang kurang baik di mata mahasiswa (tepatnya beberapa temen gue).

Inisial namanya DO. Gue pertama kali diajar sama ibu DO itu waktu semester 2 di mata kuliah pengantar perpajakkan. Sebenernya gue gak terlalu tertarik sama mata kuliah ini, tapi lama kelamaan gue seperti dapet irama "permainan" dari cara mengajar si ibu ini. Jadi, lama kelamaan gue mulai sedikit tertarik dan bisa menangkap sebagian dari materi yang diajarkan sama beliau.

Sederhana bentuk irama "permainan" dari cara mengajar beliau. Sama seperti kebanyakan dosen di kampus gue, yang pasti dia kepengen mahasiswanya mengikuti peraturan umum yang diberlakukan di kampus dan memiliki tiga poin penilaian, salah satunya keaktifan didalam kegiatan perkuliahan. Yep, thats the point. Keaktifan dalam kegiatan perkuliahan.

Seperti yang gue bilang sebelumnya kalo gue gak terlalu tertarik sama mata kuliah ini. Tapi karena gue udah melihat satu point penting dari "permainan" ini adalah keaktifan, maka gue terus menggencarkan serangan di sisi tersebut. Gue sering banyak tanya seputar materi kuliah, walaupun sebenernya gue gak ngerti apa yang beliau jelasin terkait pertanyaan gue. Yang penting gue aktif nanya. Selain itu juga gue aktif jawab pertanyaan yang sederhana-sederhana. Yang penting aktif aja.

Dan benar saja, gue lulus mata kuliah itu dengan nilai B-. Not bad lah. Dan setelah ditelisik, nilai ujian gue gak bagus tapi ke bantu sama nilai aktif di kelas.

Mata kuliah kedua yang diajar sama dia adalah Matematika Ekonomi 1 (MatEk 1) yang gue ambil ulang di semester pendek. Gue kaget juga dia ngajar MatEk. Tapi karena gue udah pernah diajar sama doi, lagi-lagi gue mengulangi cara yang sama dalam mata kuliah perpajakkan. Doi semakin inget nama gue. Alhamdulillah nya gue lulus semester pendek itu dengan nilai maksimal!

Longkap satu semester setelah SP itu, gue diajar sama doi lagi di mata kuliah Penganggaran Perusahaan. Temen-temen sekelas gue yang gue kenal dekat mulai risih karena tau dia orangnya kaya gimana. Tapi gue sih tenang aja, udah tau gimana ngadepinnya. Hehehe. Serangan "hyper-active" di kelas gue lancarkan, sampe beliau pernah mempersilahkan yang lain untuk aktif selain gue. Pernah juga malah nama gue dipanggil buat ngejawab pertanyaan dia. Haha, makin inget aja dia sama gue.

Pertemuan keempat gue sama beliau adalah saat dia jadi dosen pembimbing mata kuliah magang gue. Begini ceritanya.

Prosedur pengajuan dosen pembimbing magang di jurusan kuliah gue adalah pertama kita ngambil form di sekretariat, isi form nya, kemudian kita kasih lagi ke sekretariat dan sekretariat yang menentukan siapa dosen yang jadi pembimbing kita. Sekitar sehari atau dua hari baru kita ambil lagi form itu dan meminta tanda tangan ke dosen yang sudah ditentukan sekretariat

Setelah menunggu dua hari, akhirnya gue dapet nama dosen pembimbing gue dan nama yang tertulis adalah si ibu DO! Gila, jodoh banget gue sama doi. Temen-temen yang tau dosen pembimbingnya doi pada kaget. Pada bilangnya gak enak dan sebagainya. Tapi gue tetep tenang, tau gimana menghadapinya. Hehehe.

Selama gue bimbingan sama dia, gue ngerasa fine-fine aja. Dia baik kok sama gue. Walaupun gue pernah ditegur sekali karena lama ga bimbingan, tapi udahannya dia baik lagi. Bahkan saat bimbingan terakhir sebelum audiensi, dia sempet tertawa kecil melihat beberapa kalimat di laporan gue. Beda banget sama apa yang dibilang temen-temen gue dan di kelas saat dia ngajar.

Pas terakhir gue mau minta nilai akhir sama dia, sms dia terkesan bahwa moodnya agak kurang baik jadi gue beralasan sedikit dan dia menyetujuinya untuk ketemuan kasih nilai.
Begitu hari H gue minta nilai, itu banyak banget yang mau ketemu sama dia tapi dia belum dateng, gue antrian ke lima. Tapi begitu pas dia dateng, gue didahuluin dari yang ngantrinya udah lama. Gokiiiil!

Nilai magang gue dapet A. Alhamdulillaah.

Jadi, gue gak tau bagaimana sebenernya ibu DO ini bersikap kepada temen-temen gue lainnya sehingga mereka bilang kalo doi kurang baik. Mungkin karena mereka gak tau bagaimana cara menghadapinya aja sih. Dan tergantung mereka melihatnya seperti apa dan bagaimana. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar