Setelah berhasil lari pergi menjauh
aku kembali
kembali ke pintu itu lagi
Keadaannya tak berubah
dalam penghilatanku, pintu itu masih tertutup
Rapat
Aku terdiam lama didepan pintu itu
berpikir berjuta kali untuk menggerakkan tangan ini
untuk menyentuh pintu itu
dan mengetuknya
Namun seolah banyak mata yang mengawasiku
mengawasi keberanianku untuk mengetuknya
dan aku mematung didepannya
Kepalaku tertunduk
tanganku mengepal dan terangkat sejajar kepalaku
pikiranku melayang ke semua sudut
tigaratusenampuluhderajat berulang kali
Hanya butuh sedikit hentakan untuk menggerakkan tanganku
namun aku selalu tak bisa
bukan, bukan tak bisa
tak punya keberanian untuk mengetuk pintu itu
Hingga waktuku hampir berakhir aku masih tak berani
Terbukakah bila ku ketuk pintu itu?
Hancurkah semua bila ku ketuk pintu itu?
Sekali atau tidak selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar