Ketika bibir itu melengkung naik dan mulai menunjukkan barisan gigimu yang manis, segelintir orang merasakan indahnya kebahagiaanmu yang terlukis jelas dari sorot matamu. Namun kau terus berlari menjauh dari hadapanku yang menunjukkan senyum-senyum palsu mewajarkan kejadian itu.
Ketika bibir itu melengkung rendah kebawah dan sorot mata yang menunjukkan kepedihan, mulai membendung air mata seolah berontak ingin keluar dari sumbernya, semua orangpun merasakan kesedihan hatimu. Namun kau seolah kembali mendekat dihadapanku yang seolah meminta sedikit perhatian tulus dariku. Dan aku hanya bisa memberikan sedikit dari itu dan lagi...mewajarkan kejadian itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar