Terbiasa menerima sesuatu yang tak di harapkan
dengan berkilah dari kenyataan rasa yang sesungguhnya
menegakkan kepala demi hati yang tersiksa
menunjukkan topeng tebal mengelabui rupa
Menanti sesuatu yang sangat didambakan
tanpa berani menunjukkan kegigihan
terus berharap dan tak pernah mencoba
sesalkan nurani yang tak pernah aksi
Mengetahui kebenaran palsu
tanpa mau mencari fakta
berhembus kabar dari angin
begitu cepat meyakini
Ketika tertawa akan kenyataan palsu
bagai harapan kunjung menghampiri
tapi hanya terus dan terus berharap
tanpa aksi yang takkan menimbulkan reaksi
Dikelabui tanpa menyadari
tak pernah sadar
dan takkan disadarkan
Dan ketika semua terpampang jelas
logika menjadi murka
Dengan nurani yang tak kan kuat
semua emosi terungkapkan
tanpa berpikir selanjutnya
dan hanya meratap
Kemudian saat itu lah
bagai..
tawa untuk tangis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar