Dan kini semua yang kuduga sejak mendengar itu pun terjadi.
Saat ia memberitahu kabar itu, membuat ku teringat kejadian di akhir 2008.
Kala itu aku tengah mengikuti ujian akhir semester pertamaku di Kampus. Sebelumnya aku sudah tahu kalau kakek ku mengalami stroke, dan beliau di bawa ke rumah sakit dengan keadaan tak berdaya. Dan aku hanya bisa mendoakannya dari tempat dimana aku berada agar ia cepat sembuh.
Pernah sekali aku menjenguknya di rumah sakit. Keadaan lemah tak berdaya kulihat ia terbaring di tempat tidur rumah sakit. Saat itu aku hanya bisa membisikkan ke telinganya "mbah akung, cepet sembuh ya, kita kangen sama mbah" dan membacakan surat Yasin di telinganya.
kemudian seminggu setelah itu aku kembali mendengar kabar dari ayahku bahwa keadaan kakekku kritis. Perasaanku menjadi gak karuan. Karena besoknya ujian mata kuliah Agama Islam. Setengah jam kemudian, ayahku memberi tahu lagi kalau kakekku sudah tidak ada.
Tanpa pikir panjang aku harus balik ke jakarta malam itu juga. Sesampainya disana, banyak kerabat yang memenuhi rumah duka. Aku datang dengan tangis yang tak terbendung. Saat aku masuk ke dalam rumah, aku sudah melihat kakekku berada dalam peti peristirahatannya. Rasa sedih sangat tak terbendung. Teringat jelas dalam kepalaku terakhir kali aku berinteraksi dengannya, aku menyuapinya obat batuk. Seusai melihatnya aku bertemu dengan sodara2 ku yang lain.
Malam itu juga kami sekeluarga berangkat ke kampung tempat eyang2 ku di makamkan. Kakekku di makamkan di makam dekat dengan makam2 alharhum keluarga.
Dan kemarin, 5 april 2011, si dia balik ke jakarta untuk menjenguknya. Aku menanyakan kabar oma nya yang lagi sakit. Kemudian setelah itu tidak ada lagi kabar darinya. Saat itu pun aku berpikir,dan berharap semoga dia tidak mengalami apa yang aku alami pada yang ku ceritakan sebelumnya.
Tapi hari ini aku tanyakan gimana keadaan oma, dia hanya membalas :'( . Dan disitu aku tambah berpikir, jangan2 sama dengan yg aku alami. Dan ternyata benar. Oma sudah tiada.
Walaupun aku ga kenal dengan omanya, tapi aku tau dia begitu dekat sama oma dan opanya. Terlihat kalau aku main ke kosannya, dia kadang menelepon oma nya. Sekedar untuk mengobrol. Tapi kini oma nya sudah ketempat yang abadi. Oma bisa melihat dan menjaga dia dari sana. Dan kita hanya bisa mendoakan dia dari sini.
Selamat jalan Oma nya SNM, semoga arwah Oma di terima di sisi-Nya yang paling dekat. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar