Sabtu, 17 Juli 2010

Dimana Pahlawanku.

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!!!

Itulah yang menjadi kalimat penyemangat mereka pada saat itu. Berjuang melawan orang-orang yang telah berbuat keji terhadap negeri ini pada saat itu. Tanpa mengingat apa saja yang telah mereka korbankan, tanpa meminta balas jasa. Hanya satu alasan mengapa mereka melakukan itu : membebaskan negeri ini dari belenggu penjajah.

Sekalipun sebuah nyawa tak begitu berharga bagi sebuah kemerdekaan. Mereka menebus kemerdekaan ini dengan nyawa mereka. Meredam sakit, membuang takut, memupuk semangat dan mengembangkan satu. Mereka lakukan agar kita yang hidup sekarang tak merasakan apa yang mereka rasakan pada saat itu. Mereka ingin Indonesia ini tak lagi tunduk kepada orang tak punya perasaan. Alasan mereka tak lebih hanya untuk Indonesia ini.

Mereka gugur dan dikenang.

Mereka yang masih bertahan sampai saat ini tentu bisa menikmati jerih payah mereka dulu. Menikmati indahnya tak ada yang memperlakukan mereka seperti budak. Dan menjalani hidup damai dengan keluarganya.

Damai bukan berarti sudah berkecukupan. Lihatlah mereka-mereka yang disebut veteran. Bagaimana kisah hidup mereka? Mereka memang hidup dengan damai, tapi apakah mereka sudah mencukupi kebutuhan hidup mereka? Apakah hidup mereka dijamin dengan negara?
Sepertinya miris kalau melihat berita yang memuat mereka dan keluarga mereka tidak di perhatikan oleh negara yang sudah mereka perjuangkan hidup dan mati.

Menghabiskan sisa hidup mereka di tempat tinggal mereka dengan mengenang pakaian perjuangan mereka. Melihat potret masa lalu mereka.

Apakah negara ini tidak menganggarkan sebagian kekayaannya untuk menghidupi orang-orang yang sudah membuat negeri ini sebegitu majunya?

Ketika mereka yang masih hidup sudah tiada. Keluarga mereka yang tersisa. Harus berjuang melawan kerasnya kemajuan negeri ini. Dengan menyandang keluarga pahlawan atau veteran bukan berarti mereka tidak perlu diperhatikan kan? Mungkin keluarga mereka sedih melihat perlakuan negeri ini terhadap kehidupan kelurga ayahnya atau ibunya atau kakek neneknya.

Tidakkah negara ini melihat bagaimana mereka berjuang hidup mati agar kita bisa seperti ini? Inikah balas jasa negara ini kepada mereka dan keluarga mereka?
Pembangunan besar2an ini tak akan terjadi kalau mereka tidak berjuang hidup mati.

Orang-orang di negri ini kan kaya, sampai kekayaannya pun diakui di negara lain. Sekalipun ada yang kaya dengan korupsi. Masa dengan menghidupi mereka dengan sebagian harta mereka saja tidak mampu? Atau tidak mau?

Setiap tahun kita memperingati hari kemerdekaan. Mengenang jasa-jasa para pahlawan yang sudah tiada. Dan kita hanya terus mengenang mereka saja. Coba lirik kehidupan keluarga mereka.

Saya rasa para pahlawan kita akan marah dan tidak senang kalo keluarga mereka diperlakukan seperti itu. Tapi sekarang Dimana Pahlawanku yang pemberani melawan ketidak benaran hidup di negeri ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar