Kalian pasti pernah nonton acara komedi, baik di tv maupun secara langsung. Yang gw tau sekarang komedi itu ada stand up comedy dan slapstick comedy. Stand up comedy sekarang ini lagi sedang naik daun. Karena tidak hanya lucu, lawakannya harus cerdas. Beda dengan slapstick comedy, yang perlu ada satu gerakan dimana gerakan itu mungkin dapat membuat orang tertawa, contohnya terjatuh.
Selain terjatuh, mungkin di salah satu acara komedi yang sedang terkenal di televisi menyajikan salah satu pemain dipukul dengan gabus berbentuk kayu yang mudah hancur. Maka dengan cara itu penonton bisa tertawa.
Tapi pernahkah kalian berpikir bagaimana perasaan si 'objek penderitaan' tersebut pada saat 'disiksa' atau setelahnya? Ada hal yang dilematis dibaliknya. Antara senang dan sedih. Sedih sudah pasti karena dia menjadi 'objek penderitaan'. Senang karena mungkin hanya dengan cara itu mereka bisa membuat orang tertawa, mendapatkan perhatian dan mendapatkan uang.
Terkadang di kehidupan nyata pun hal itu memang terjadi. Di suatu perkumpulan atau sebuah kelompok kecil dari manusia, pasti ada satu orang yang menjadi 'objek penderitaan' tersebut. Entah karena fisik ataupun kekurangan yang wajar tapi dianggap lucu dan menjadi salah satu ciri khas dari orang tersebut. Dengan cara menyindir orang tersebut, si penyindir mempunyai bahan obrolan yang bisa membuat forum menjadi tidak kaku. Dan dengan sindiran itu pun, bisa jadi si 'objek penderitaan' itu senang karena mendapatkan perhatian walaupun agak menyakitkan.
Gw pun merasakan hal itu. Gw menjadi salah satu orang yang beda diantara temen-temen gw. Yang lain punya pacar, sedangkan gw jomblo. Gw juga sering disindir karena kejombloan gw. Tapi disini gw malah seneng-seneng aja. Selain menjadi beda diantara yang lainnya, disitulah gw mendapatkan sedikit bahan perhatian dari temen-temen gw. Gw sering menjadikan kejombloan gw sebagain bahan penindasan gw. Dan ternyata reaksi temen-temen gw itu lucu-lucu. Gw sama sekali gak marah. Malah seneng.
Tapi dibalik itu kadang gw merasa, segini gak lakunya apa gw? Pengen juga sih punya pacar, terus lepas dari kejombloan.
Yaah, memang dilematis menjadi 'objek penderitaan'. Dan sebagai salah satunya, gw seneng-seneng aja. Just enjoy the life. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar